INFO VIRAL SULAWESI | Sulsel 26/5/26— Sejumlah pihak menyoroti dugaan praktik pemberitaan tidak profesional yang dilakukan oleh seorang oknum wartawan yang disebut kerap menyebarkan informasi tidak akurat alias hoaks demi kepentingan pribadi.
Oknum tersebut diduga menyebarkan narasi bahwa wilayah Bone, Soppeng, dan Wajo dikuasai oleh kelompok tertentu bernama “Binter”. Namun, informasi tersebut dinilai tidak memiliki dasar yang jelas serta dianggap menggiring opini publik tanpa data dan fakta yang valid.
Selain itu, oknum wartawan tersebut juga disebut menyerang beberapa pihak berbeda dalam pemberitaannya, meskipun sumber informasi dan persoalan yang diangkat tidak saling berkaitan.
“Beritanya terkesan dipaksakan dan mencampuradukkan persoalan berbeda demi mencari sensasi dan keuntungan pribadi,” ungkap salah satu sumber.
Praktik pemberitaan seperti itu dinilai mencederai prinsip jurnalistik yang seharusnya menjunjung tinggi verifikasi, keberimbangan, dan fakta.
Masyarakat meminta agar insan pers tetap menjaga profesionalisme serta tidak menggunakan profesi wartawan sebagai alat menyerang pihak tertentu demi memperoleh keuntungan atau cuan dari pemberitaan yang dinilai provokatif.
Sejumlah tokoh masyarakat juga mengingatkan agar media dan wartawan tetap mematuhi kode etik jurnalistik serta Undang-Undang Pers agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. (Red)


