![]() |
INFOVIRALSULAWESI.COM | SULAWESI SELATAN — Munculnya akun yang diduga tidak jelas identitasnya dan mengunggah ulang pemberitaan media online terkait SPBU Bulete dengan menyebutnya sebagai informasi hoaks menuai sorotan. Tindakan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai motif di balik unggahan itu, terutama di tengah adanya keluhan masyarakat terkait pelayanan BBM bersubsidi jenis solar di SPBU tersebut.
Sejumlah pihak menduga aktivitas akun tersebut berpotensi mengalihkan perhatian dari persoalan yang disorot dalam pemberitaan sebelumnya. Namun, dugaan mengenai motif maupun keterkaitan akun tersebut dengan pihak tertentu masih perlu ditelusuri dan dibuktikan.
Di sisi lain, Kapolda Sulawesi Selatan yang baru didesak untuk memberikan perhatian serius terhadap dugaan persoalan distribusi BBM bersubsidi di SPBU Bulete, termasuk memastikan apakah penyalurannya telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Sorotan masyarakat mengarah pada dugaan adanya pembatasan akses pengisian solar subsidi bagi pengguna umum. Sejumlah warga mempertanyakan pola pelayanan di SPBU tersebut yang dinilai tidak memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh konsumen.
Seorang warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi SPBU Bulete mengungkapkan keluhannya kepada awak media.
“Kalau kami warga yang tinggal tidak jauh dari SPBU saja kesulitan mendapatkan BBM, bagaimana masyarakat umum lainnya? Kami melihat pengisian seolah hanya diperuntukkan bagi orang-orang tertentu. Sementara untuk masyarakat umum, paling lama sekitar dua jam, setelah itu sudah ditutup. Kami menduga pengisian lebih banyak diberikan kepada pihak-pihak tertentu,” ungkap warga tersebut.
Pernyataan itu menjadi salah satu informasi yang perlu ditindaklanjuti melalui pemeriksaan langsung oleh pihak berwenang. Dugaan mengenai pembatasan distribusi serta kemungkinan adanya perlakuan khusus terhadap konsumen tertentu harus diuji berdasarkan fakta lapangan, dokumen penyaluran, dan keterangan pihak terkait.
Sementara itu, pihak direktur atau pemilik SPBU Bulete yang dikonfirmasi mengenai persoalan tersebut belum memberikan keterangan atau tanggapan kepada media hingga berita ini disusun.
Sikap bungkam tersebut belum dapat dimaknai sebagai bentuk pengakuan atas dugaan yang beredar. Karena itu, ruang klarifikasi tetap terbuka bagi pengelola SPBU untuk menjelaskan mekanisme penyaluran BBM bersubsidi, jam pelayanan, serta prosedur yang diterapkan kepada konsumen.
KRIMSUS POLDA SULSEL DIMINTA LAKUKAN INVESTIGASI
Atas berbagai keluhan tersebut, tim Kriminal Khusus (Krimsus) Polda Sulawesi Selatan didesak melakukan penelusuran secara serius dan profesional terhadap aktivitas penyaluran solar bersubsidi di SPBU Bulete.
Pemeriksaan diharapkan mencakup pola distribusi BBM, kesesuaian penyaluran dengan ketentuan yang berlaku, pencatatan transaksi, serta kemungkinan adanya penyimpangan yang merugikan masyarakat.
Aparat penegak hukum juga diharapkan memeriksa kebenaran informasi yang disampaikan warga dan memberikan penjelasan berdasarkan hasil pemeriksaan, sehingga persoalan ini tidak berkembang menjadi spekulasi di tengah masyarakat.
Selain itu, tudingan hoaks yang diarahkan kepada pemberitaan media juga perlu disikapi secara objektif. Jika terdapat informasi yang dianggap tidak benar, pihak yang keberatan dapat menyampaikan bukti, hak jawab, maupun klarifikasi sesuai mekanisme yang berlaku.
Masyarakat berharap aparat tidak hanya menanggapi polemik di media sosial, tetapi juga menelusuri substansi persoalan yang menjadi keluhan warga.
Publik kini menantikan langkah konkret Polda Sulawesi Selatan untuk memastikan distribusi BBM bersubsidi berjalan transparan, tepat sasaran, dan tidak merugikan masyarakat yang berhak menerimanya.




