KA SPKT Polda Sulsel Sidak Polsek Tamalate, Soroti Tahanan Krisis Air hingga Etika Kapolsek
INFO VIRAL SULAWESI, MAKASSAR – Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (KA SPKT) Polda Sulsel, AKBP Dr Sahruna Nasrun, bersama Direktur Pusat Kajian dan Advokasi Anti Korupsi (PUKAT) Sulsel, Farid Mamma, dan Ketua Bajak Hitam, Muhammad Edi, mendatangi Polsek Tamalate, Minggu (17/5/2026). Dalam kunjungan mendadak itu, AKBP Sahruna menemukan sejumlah persoalan internal, mulai dari kondisi tahanan yang kekurangan air bersih hingga menyoroti etika jajaran di tingkat wilayah.
AKBP Sahruna mengatakan, kedatangannya ke Polsek Tamalate dilakukan tanpa pemberitahuan kepada Kapolsek Tamalate, Kompol H Muhammad Thamrin. Ia mengaku sengaja melakukan kunjungan secara acak untuk melihat langsung situasi pelayanan dan kesiapan personel di lapangan.
“Jadi saya kebetulan melintas dari arah Trans Studio menuju kawasan Danau Tanjung dan singgah di Polsek Tamalate. Kapolseknya juga tidak saya beritahu karena saya ingin melihat langsung bagaimana tindak tanduk personel di wilayah, apakah sudah sesuai dengan keinginan pimpinan,” ujarnya.
Menurut dia, pengawasan mendadak perlu dilakukan karena masih ada personel yang baru bergerak ketika mengetahui adanya pemeriksaan dari atasan.
Dalam peninjauan itu, Sahruna juga menyoroti kondisi tahanan di Polsek Tamalate yang disebut mengalami kekurangan air bersih. Kondisi tersebut dinilai menyulitkan para tahanan, terutama saat hendak menjalankan ibadah.
“Di Polsek Tamalate itu para tahanan kekurangan air bersih, sehingga ketika ingin melaksanakan salat sangat susah,” katanya.
Ia mengungkapkan, sebelum melakukan kunjungan ke Polsek Tamalate, dirinya telah berkoordinasi dengan Kabid Propam Polda Sulsel Kombes Zulham serta Direktur Perawatan Tahanan dan Barang Bukti (Dirtahti) Polda Sulsel AKBP Ucuk Supriyadi. Koordinasi itu, kata dia, dilakukan sebagai bagian dari upaya perbaikan organisasi dan institusi kepolisian ke depan.
Terkait respons Kapolsek Tamalate yang dinilai terkesan cuek saat menerima kunjungan tersebut, AKBP Sahruna memilih tidak mempermasalahkannya secara berlebihan. Ia menduga sikap itu terjadi karena Kapolsek tidak mengetahui kedatangannya secara mendadak.
“Mungkin beliau kaget atau tidak tahu. Tapi bagi saya itu tidak jadi soal. Kedatangan saya hanya ingin memberikan masukan terbaik bagi organisasi dan institusi kepolisian,” ujarnya.
Namun demikian, saat ditanya mengenai etika dalam struktur kepolisian, Sahruna menilai sikap tersebut memang kurang tepat.
“Secara etika memang tidak baik. Hierarki tetap ada,” katanya.
Ia menambahkan, persoalan itu akan dikomunikasikan secara internal dengan Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana.
“Jangan sampai di atas hanya berteori sedangkan di lapangan belum bagus. Ini internal kami dan akan dikomunikasikan dengan baik,” tandas AKBP Sahruna. (Hdr)
