Pasar Salojampu Sabbangparu Seperti "Kubangan Sampah", Pengelolaan Diduga Mandek Total
INFO VIRAL SULAWESI _WAJO, Pasar Salojampu di Kecamatan Sabbangparu, Kabupaten Wajo, kini lebih mirip kubangan sampah ketimbang pusat ekonomi rakyat. Hasil investigasi lapangan, Minggu (03/05/2026),
Tim media detikinews menemukan Membongkar borok pengelolaan pasar yang diduga mandek total. Sampah sisa ikan, sayur busuk, dan plastik menumpuk menggunung diare sekitar pasar. Selokan mampet dan berlumpur, air limbah hitam menggenang, lalat dan bau menyengat jadi pemandangan “wajib” bagi pedagang dan pembeli.
Lebih parah, lapak pedagang dibiarkan semrawut tanpa aturan. Meja, terpal, dan keranjang digelar sampai ke badan jalan, membuat pasar makin sumpek dan rawan. Padahal retribusi harian tetap dipungut dari pedagang kecil tanpa absen. Uang rakyat mengalir, tapi fasilitas dan kebersihan pasar justru minus besar. Ini bukan lagi kelalaian, tapi bentuk pembiaran yang sistemik.
Kondisi jorok dan semrawut ini telak menampar kinerja Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Wajo. Sebagai instansi yang digaji untuk mengurus pasar, kemana anggaran perawatan dan pengawasan selama ini? Retribusi dipungut, tapi pasar dibiarkan jadi sarang penyakit.
Kalau pasar tradisional saja tidak mampu diurus, bagaimana mau bicara pengembangan ekonomi kerakyatan?
Pembiaran Pasar Salojampu ini bukti nyata matinya fungsi pemerintah di level teknis. Rakyat Sabbangparu dipaksa berdagang dan belanja di tempat yang tidak manusiawi.
Untuk itu masyarakat berharap dan berhak mendesak Bupati Wajo untuk mencopot pejabat yang terbukti lalai. Pasar rakyat bukan tempat cari uang setoran, tapi wajah pelayanan pemerintah. Jangan tunggu warga jatuh sakit baru sibuk pencitraan. (Ary).
