Demonstrasi Panas di DPRD Kolaka: Pratapa Lingkungan Indonesia Desak RDP Pembentukan Pansus dan Usut Tuntas Mafia BBM

Redaksi Info Viral Sulawesi
Thursday, November 5, 2026 | 22:00 WIB Last Updated 2026-11-05T15:00:12Z


INFO VIRAL SULAWESI | KOLAKA SULTRA || Gelombang protes dan desakan keras terhadap carut-marut distribusi energi di Bumi Mekongga tumpah di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kolaka, Kamis (5/11/2026). Aliansi Pratapa Lingkungan Indonesia menggelar aksi unjuk rasa sekaligus menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk menuntut pembentukan Panitia Khusus (Pansus) dan pembongkaran dugaan mafia Bahan Bakar Minyak (BBM).



​Massa aksi menilai kelangkaan serta antrean panjang di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar  umum (SPBU) di Kolaka bukan sekadar masalah teknis, melainkan dipicu oleh penyimpangan alokasi BBM bersubsidi ke sektor industri.


Sindir Forkopimda "Cuma Buat Konten", Realita Lapangan Masih Antre Panjang


Di tengah riuhnya aksi, Pratapa Lingkungan Indonesia menyampaikan kritik menohok terhadap jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kolaka. Langkah Forkopimda yang sempat turun ke lapangan dan mengklaim stok BBM dalam kondisi aman dinilai bertolak belakang dengan fakta yang dihadapi warga sehari-hari.


​"Forkopimda dianggap cuma buat konten di lapangan saat menyatakan stok BBM di Kabupaten Kolaka aman. Faktanya sampai hari ini, antrean panjang kendaraan masih terus mengular di mana-mana. Ini membuktikan klaim tersebut tidak berbasis kondisi riil masyarakat!" tegas perwakilan massa aksi.


Ketum Pratapa Soroti Tangki Biru Tanpa Barcode Resmi


​Dalam orasinya yang membakar semangat massa, Ketua Pratapa Lingkungan Indonesia, Arfan Jaya, menyoroti secara tajam aktivitas lalu lalang armada pengangkut BBM industri di wilayah Kabupaten Kolaka. Ia mengungkapkan dugaan kuat adanya mobil tangki biru tak berizin resmi yang bebas serta mobil pick up memuat puluhan jirgen Solar beroperasi ke ke kawasan Tambang yang menyerap pasokan BBM.


​"Kami menyoroti maraknya mobil tangki biru yang bebas berkeliaran di Kabupaten Kolaka bahkan dari kolut yang diduga kuat tidak memiliki barcode resmi. Kami meminta dengan tegas kepada pihak Polres Kolaka dan Pemerintah Daerah untuk segera turun tangan dan menyelidiki dugaan penyimpangan ini!" seru Arfan Jaya di hadapan para anggota dewan dan peserta RDP.


Delapan Poin Tuntutan Mutlak


​Aksi dan RDP tersebut dikawal langsung oleh Koordinator Lapangan Tim Advokasi & Pengawasan Kebijakan Bahana Alam, S.H., M.M., bersama Ketua Komisi II Ruslang dan Trimo. Dalam kesempatan itu, Pratapa Lingkungan Indonesia menyerahkan 8 (delapan) poin tuntutan mutlak:


1.  ​Transparansi Data Mutlak: 

     Mendesak Terminal Fuel Kolaka

     dan PT Pertamina Patra Niaga

     mempublikasikan data

     Real-Time/Log Distribution dari

     Terminal Fuel ke seluruh SPBU di

     Kabupaten Kolaka secara

     terbuka sesuai UU No. 14 Tahun. 

     2008 tentang KIP.


2.  ​Bongkar Maladministrasi Sidak

     Pemda & Forkopimda: Meminta

     DPRD Kolaka memanggil pihak

     Pemda dan Forkopimda untuk  

     Mempertanggungjawabkan.

     secara rasional atas klaim "stok

     aman" yang bertolak belakang

     dengan antrean panjang di

     lapangan.


3.  ​Audit Kinerja SPBU

     Penyelidikan Tangki Industri:

     Mendorong Polres Kolaka dan

     APH untuk mengaudit SPBU

     nakal serta menyelidiki armada

     tangki biru yang diduga

     beroperasi tanpa barcode resmi.


4.  ​Pembentukan Pansus BBM

     DPRD Kolaka: Menuntut DPRD

     Kabupaten Kolaka untuk segera

     membentuk Panitia Khusus

     (Pansus) Pengawasan BBM guna

     menginvestigasi carut-marut

     tata kelola dan kebocoran

     distribusi BBM.


5. ​ Menolak Kriminalisasi Rakyat

     Kecil: Menghentikan stigmatisasi

     serta kambing hitam terhadap

     pedagang eceran kecil dan

     warung desa yang bukan

     penyebab utama kelangkaan.


6. ​Pemeriksaan Legalitas Pasokan

     Industri: Mendesak penegak

     hukum memeriksa Badan Usaha

     Pemegang Izin Niaga Umum dan

     Agen Transportir yang melayani

     kawasan industri/tambang di

     Kolaka.


7.  Audit Jalur Pasokan ke Sektor

    Industri: Menyelidiki dugaan

    pemangkasan kuota subsidi

    nelayan, petani, dan angkutan

    umum yang dialihkan secara

    gelap demi margin fee industri.


8. Klarifikasi dan RDP 7x24 Jam:

    Mendesak DPRD Kolaka

    menghadirkan seluruh pihak

    terkait dalam agenda RDP

    lanjutan dalam kurun waktu 7

    times 24 jam.


​Respon DPRD Kolaka


​Menanggapi desakan dan temuan yang disampaikan Arfan Jaya beserta jajaran Pratapa Lingkungan Indonesia, pihak DPRD Kabupaten Kolaka berjanji akan menindaklanjuti seluruh tuntutan tersebut, termasuk memanggil pihak Pertamina Polres Kolaka, Pemda, Forkopimda, serta pihak Pertamina untuk memberikan klarifikasi resmi.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Demonstrasi Panas di DPRD Kolaka: Pratapa Lingkungan Indonesia Desak RDP Pembentukan Pansus dan Usut Tuntas Mafia BBM

Trending Now

Iklan

iklan